MATERI 2 PSIKOLOGI UMUM 1

PROSES DAN FUNGSI MENTAL : SENSASI, PERSEPSI, MOTIVASI, DAN EMOSI 

Psikologi sangat tertarik tentang bagaimana manusia mengindrai dunia. Indra kita secara kolektif menghubungkan kita dengan dunia. Kemampuan manusia untuk mempersepsikan dunia yang memungkinkan kita untuk menjangkau dunia dengan berbagai cara yang kita lakukan setiap hari. Sensasi dan persepsi merupakan suatu proses inti dari pengalaman kita yang paling menakjubkan. Memahami makna dari sensasi dan persepsi maka kita akan mengetahui kemampuan yang mengagumkan tentang cara otak kita secara kreatif akan mengartikan rangsangan visual, aroma, sentuhan, rasa, dan pendengaran. 

A. SENSASI DAN PERSEPSI

1. Sensasi
Sensasi adalah proses menerima energi rangsangan dari lingkungan luar. Rangsangan terdiri atas energi fisik seperti cahaya, suara, dan panas.  Seluruh sensasi  awalnya dari reseptor sensoris yang  merupakan bentuk khusus dari neuron. Reseptor sensoris adalah sel-sel yang terspesialisasi untuk mendeteksi informasi rangsangan dan memancarkannya ke saraf sensoris dan otak. Reseptor sensoris sebagai  pintu bagi otak dan sistem saraf berhubungan dengan dunia luar.  Sensasi merupakan  aktivasi reseptor di berbagai organ indera. Organ indra manusia terdiri dari mata, hidung, telinga, lidah, dan kulit. 

= Proses terjadinya sensasi
Rangsangan dari lingkungan luar dideteksi oleh sel reseptor khusus pada organ indra yaitu, mata, telinga, kulit, hidung, dan lidah. Ketika sel-sel reseptor mencatat adanya rangsangan, energi rangsangan  tersebut dikonversi menjadi impuls kimia listrik. Proses perubahan energi fisik menjadi energi kimia listrik yang disebut transduksi , kemudia  transduksi menghasilkan potensial aksi yang mengalirkan informasi mengenai rangsangan melalui sistem saraf ke otak. Ketika rangsangan ini sampai ke otak, informasi bergerak ke bagian yang berhubungan pada korteks serebrum.  Kemudian otak memberikan makna terhadap sensasi melalui persepsi. 



 2. Persepsi
Persepsi adalah proses mengatur dan mengartikan informasi sensoris untuk memberikan makna. Sel reseptor yang berada di pancaindra akan menerima rangsangan dari luar dan mencari pola-pola yang bermakna, menemukan pola-pola bermakna dari informasi sensoris inilah yang disebut dengan persepsi.  Contohnya seperti  sel-sel reseptor pada mata kita mencatat benda berwarna perak di angkasa, tetapi sel- sel ini tidak melihat sebuah pesawat; sel reseptor di telinga bergetar dengan cara tertentu, tetapi sel-sel ini tidak mendengar sebuah alunan.  

3.Ambang Batas

a. Ambang Batas Perbedaan
Ambang batas perbedaan adalah tingkat perbedaan yang harus ada antara dua rangsangan sebelum dapat terdeteksi adanya perbedaan. Ambang batas perbedaan adalah perbedaan  yang dapat disadari seseorang memungkinkan untuk dapat membedakan dua warna yang nyaris serupa. Ambang batas perbedaan daapt meningkat seiring dengan besarnya rangsangan.

b.Ambang Batas Absolut
Ambang batas absolut  adalah jumlah minimum energi rangsangan yang dapat dideteksi oleh seseorang. Ambang absolut yaitu jumlah energi terkecil yang dibutuhkan seseorang agar  secara sadar mendeteksi rangsangan sebesar 50 persen dari waktu yang ada. 

Contoh ambang batas absolut pada organ idra :
Penglihatan = Nyala lilin yang berjarak 30 mil pada malam yang gelap
Pendengaran= Detak jam tangan terdengar sejauh 20 kaki di ruangan yang sunyi.
Penciuman= Aroma harum dari  sebotol parfum yang tumpah menyebar ke seluruh 3 ruangan apartemen.
Perasa=  1 sendok teh gula dalam 2 galon air.
Peraba= Sayap lebah yang jatuh 1 cm diatas pipi

4. Habituasi dan Adaptasi Sensori

a. Habituasi
Habituasi  adalah kecenderungan otak untuk berhenti memperhatikan infromasi yang diterima secara terus menerus dan tidak berubah.

b. Adaptasi sensori
Adaptasi sensori adalah kecenderungan sel reseptor sensoris untuk menjadi kurang responsif menerima rangsangan yang tidak berubah. Adaptasi sensori merupakan  perubahan dalam keresponsifan sistem sensori berdasarkan tingkat rata-raat rangsangan lingkungan.

c. Saccade
Saccade adalah pergerakan mata yang konstan, gerakan kecil yang tidak disadari dan mencegah adaptasi sensorik ke rangsangan visual.

5. Aspek Psikologis pada indra

a. Aspek psikologis pada mata

-Kecerahan (bright) 
Kecerahan ditentukan oleh luasnya gelombang atau seberapa tinggi atau rendah gelombang itu sebenarnya. Semakin tinggi gelombang maka cahaay akan terang, semakin rendah gelombang maka cahaya akan redup.
-Warna 
Warna warna atau gradasi ditentukan oleh panjang gelombang. Panjang gelombang terdapat di ujung spektrum merah sedangkan panjang gelombang yang lebih pendek terdapat di ujung spektrum biru.
-Saturasi
Saturasi mengacu pada kejernihan warna yang dapat  dilihat manusia, campuran hitam atau abu-abu akan mengurangi saturasi.

b. Aspek psikologis pada suara

-Panjang gelombang  
Panjang gelombang diartikan sebagai frekuensi  (tinggi, sedang, atau rendah suara).
-Amplitudo 
Amplitudo yaitu sebagai volume (seberapa lembut atau keras suara).
-Kemurnian 
Kemurnian yaitu sebagai  timbre (variasi dalam nada suara).
-Hertz (Hz) 
Hertz yaitu sebagai daur atau gelombang per detik, alat ukur frekuensi.

c. Aspek Psikologis pada Rasa

-Pengecap
Pengecap (Taste buds) adalah sel reseptor rasa pada lidah di dalam mulut dan bertanggungjawab atas indra perasa.
-Gustation 
Gustation (pencicip) adalah sensasi rasa
Terdapat 5 rasa dasar, yaitu :
=Manis
=Asam 
=Pahit
=Asin
=“brothy”

d. Aspek Psikologis pada Bau

-Olfaction
Olfaction adalah indra penciuman
-Olfactory bulbs
Olfactory bulbs adalah area otak yang terletak tepat di atas rongga sinus dan tepat di bawah lobus frontal yang menerima informasi dari sel reseptor penciuman. Setidaknya terdapat 1.000 reseptor penciuman.

e. Aspek Psikologi pada Sentuhan
  • Indera Somesntetik
Somestetik berasal dari kata “Soma” artinya tubuh dan “estetetik” artinya perasaan. Somestetik adalah indera tubuh yang terdiri dari indera kulit, indera kinestik, dan indera vestibular. 
  • Indera Kulit 
-Indera kulit terdiri dari sensasi sentuhan, tekanan, suhu, dan nyeri. Terdapat reseptor sensorik di kulit
-Teori kontrol gerbang merupakan sinyal nyeri harus melewati “gerbang” yang terletak di sumsum tulang belakang.
  •  Indera Kinestetik
 Indera di tempat bagian tubuh dalam kaitannya dengan satu sama lain. Reseptor proprioseptif (proprioseptor).
  • Indra Vestibular 
Indera vestibular adalah sensasi gerakan, keseimbangan, dan posisi tubuh teori konflik sensorik penjelasan mengenai penyebab mabuk perjalanan dikarenakan informasi dari mata bertentangan dengan informasi dari indera vestibular, yang mengakibatkan pusing, mual, dan ketidaknyamanan fisik lainnya.

6. Persepsi dan Konstan

a. Persepsi 
Persepsi adalah metode dimana sensasi yang dialami pada saat tertentu diinterpretasikan dan diatur dengan cara yang bermakna.

b. Ketetapan ukuran 
Ketetapan ukuran adalah kecenderungan untuk menafsirkan suatu objek sebagai selalu memiliki ukuran sebenarnya yang sama, terlepas dari jaraknya.

c. Ketetapan bentuk
Ketetapan bentuk adalah kecenderungan untuk menafsirkan bentuk suatu objek sebagai sesuatu yang konstan, bahkan ketika bentuknya berubah pada retina.

d. Ketetapan terang 
Ketetapan terang adalah kecenderungan untuk melihat kecerahan suatu objek sebagai sesuatu yang sama bahkan ketika kondisi cahaya berubah.

                                                                                        contoh shape constancy

7. Prinsip Gestalt
a. Figur dan latar, kecenderungan untuk melihat objek  atau figur, seperti yang ada di latar belakang. 
b. Figur yang dapat dibalik berupa ilusi visual di mana bentuk dan latar dapat dibalik.

                                                                                      contoh prinsip gestalt

8. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persepsi

a. Perceptual set (ekspektasi perseptual) 
Perceptual set adalah kecenderungan untuk melihat sesuatu dengan cara tertentu karena pengalaman- pengalaman atau ekspektasi sebelumnya mempengaruhi persepsi tersebut.
b. Top-down processing
Top- down processing  adalah penggunaan pengetahuan yang sudah ada sebelumnya untuk mengatur fitur individu menjadi satu kesatuan yang utuh.
c. Bottom-up processing 
Bottom-up processing  adalah analisis fitur yang lebih kecil untuk membuat persepsi yang lengkap.


B.  MOTIVASI DAN EMOSI

1. Motivasi
Motivasi merupkan sebuah dorongan yang menyebabkan seseorang bertingkah laku untuk melakukan suatu hal yang sesuai dengan dorongan atau keinginan tersebut. Motivasi mampu memberikan kekuatan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan. Motivasi sebagai perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya feeling  dadidahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap individu manusia walaupun motivasi itu muncul dari dalam diri manusia meliputi kegiatan fisik manusia. Motivasi ditandai dengan munculnya rasa atau feeling sesuai dengan persoalan kejiwaan, efeksi, dan emosi serta dapat menentukan tingkah laku manusia. Motivasi penting karena motivasi merupakan hal yang menyebabkan, menyalurkan, dan mendukung perilaku manusia, supaya mau berusaha untuk  mencapai tujuan yang diinginkan.  

2. Emosi
Emosi merupakan hasil persepsi seseorang terhadap perubahan- perubahan yang terjadi pada tubuh sebagai respons terhadap rangsangan-rangsangan yang datang dari luar. Emosi sebagai rangsangan dari lingkungan luar yang menyebabkan perubahan-perubahan yang disadari, yang mendalam sifatnya dari perubahan perilaku. Emosi merupakan suatu stimulasi yang melibatkan perubahan pada tubuh dan wajah, aktivasi pada otak, penilaian kognitif, perasaan subjektif, dan kecenderungan melakukan suatu tindakan. Ekspresi emosi universal manusia yaitu, ekspresi senang, sedih, marah, takut, terkejut, dan jijik.

3. Hubungan Motivasi dengan Emosi
   Emosi merupakan dasar dari tindakan seseorang dan motivasi adalah dorongan untuk melakukan tindakan. Motivasi dan emosi memiliki hubungan yang erat dan tidak dapat dipisahkankan.  Hubungan antara motivasi dan emosi yaitu, emosi menghasilkan dorongan-dorongan untuk melakukan sesuatu terkait tuntutan emosi yang dirasakan pada saat itu, dorongan-dorongan tersebut merupakan motif seseorang untuk bertindak untuk mencapai tujuan tertentu dan motif inilah yang menyebabkan munculnya motivasi. Singkatnya, motivasi  manusia ditunjukkan melalui emosi.


Materi 2 pada Psikologi Umum 1 ini membahas tentang proses dan fungsi mental, yaitu sensasi, persepsi, motivasi, dan emosi. Setelah mempelajari materi ini saya memahami bahwa sensasi dan persepsi merupakan hal yang sering kita lakukan tanpa kita sadari, kita memperhatikan sesuatu dan menilainya itu artinya sensasi dari lingkungan sekitar dan saat kita memberikan makna dari apa yang kita lihat hal inilah yang diartikan sebagai persepsi. Setiap manusia memiliki persepsi yang berbeda-beda terhadap suatu hal karena kita melihat sesuatu tersebut dari perspektif yang berbeda-beda pula. Dan dari materi ini saya juga memahami bahwa motivasi dan emosi adalah dua hal yang saling berkaitan dan juga sering kita lakukan sehari-hari. Emosi yang kita rasakan dan emosi tersebut yang membuat kita memiliki motivasi yang mendorongan untuk melakukan sesuatu dan mencapai tujuan tersebut.

sekian ringkasan materi tentang sensasi, persepsi, motivasi, dan emosi.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.



Author : ATHAYA CAMELIA WIDA (2010322046)

Komentar