MATERI 8 PSIKOLOGI UMUM 1

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Perkembangan Awal Psikologi Modern

Ketika mempelajari suatu ilmu pengetahuan tentunya tidak akan terlepas dari sejarah yang membentuk ilmu tersebut sehingga menjadi ilmu yang kompleks dan terus berkembang. Proses perkembangan sejarah psikologi membuat psikologi mampu bersaing sebagai ilmu pengetahuan di masa kini menjadi perlu untuk dikaji dalam mempelajari hubungan antara berbagai macam pemikiran, teori dan penelitian. Dalam pandangan ini sejarah aliran psikologi modern menjelaskan berbagai macam aliran-aliran di masal lampau yang menjadi tonggak psikologi modern, hal tersebut yang dapat menelusuri asal-usul psikologi dan perkembangannya psikologi modern saat ini.

A. SEJARAH PERKEMBANGAN AWAL PSIKOLOGI MODERN

Psikologi sebagai ilmu yang modern lahir dari suatu situasi intelektual baru yang ditandai olehh tercapainnya standar kegiatan intelektual oleh ilmu pengetahuan ilmiah yang berkembang di eropa. Filsafat Barat muncul pada masa Yunani Kuno abad ke-4 dan ke-5 sebelum masehi. Filsuf-filsuf seperti Plato, Aristoteles, Sokrates, Rene Decrates dan filsuf lainnya memiliki perbedaan pandangan mengenai hakikat pikiran dan perilaku serta kemungkinan adanya hubungan antara pikiran dan tubuh. Rene Decrates seorang filsuf yang berpendapat bahwa pikiran dan tubuh adalah dua hal yang benar-benar terpisah dan berfokus pada pikiran. Ciri intelektual di eropa yang menemukan kepercayaan pada metode ilmiah juga dialami psikologi sehingga menjadikan psikologi pada akhir abad ke-19 mengadopsi atribut ilmu alam yang menggambarkan kerangka berpikir psikologi yang ingin menyamai metodologi dan tujuan ilmu alam.Filsafat bukanlah satu-satunya disiplin ilmu tempat munculnya psikologi. Psikologi juga memiliki akar dalam ilmu biologi dan fisiologi. Keinginan tersebut membuat psikologi melakukan kajian dengan mendefinisikan peristiwa psikologis sebagai satu variable dan menempatkan variabel  tersebut sebagai objek kajian metode eksperimental.

Bermula dari pemikiran Wilhelm Wundt (1832-1920) seorang dokter-filsuf dari Jerman yang menyatukan filsafat dan ilmu pengetahuan alam untuk menciptakan disiplin akademis psikologi kemudian dikembangkan di Amerika Serikat oleh salah satu muridnya yaitu,Edward Bradford Titchener. Wundt mendirikan laboratorium eksperimental psikologi dan lahirnya psikologi modern di Universitas Leipzig Jerman pada bulan Desember 1879, Wundt dan dua mahasiswanya melakukan sebuah eksperimen untuk mengukur jarak waktu, antara saat setelah seseorang mendengar bunyi dan saat seseorang benar-benar menekan tombol telegraf untuk memberikan tanda bahwa ia telah mendengar. Eksperimen tersebut merupakan salah satu dari sekian upaya untuk mengukur perilaku manusia melalui pengukuran fisiologis. Eksperimen Wundt mengenai  otak, ia berusaha mengukur waktu yang diperlukan otak manusia dan sistem syaraf untuk menerjemahkan informasi menjadi Tindakan. Dasar eksperimen ini adalah ide bahwa proses-proses mental dapat dikaji secara kuantitatif atau dapat diukur. Tujuan eksperimen Wundt yaitu, pengalaman kesadaran langsung yang merupakan pengaruh dari postivisme untuk mempelajari sesuatu secara objektif dapat di observasi dan diukur.  Immediate experience yaitu, bebas dan tidak mengandung bias dari interpretasi tingkat tinggi, mediate experience yaitu, berisi informasi atau pengetahuan tentang sesuatu selain pengalaman itu sendiri ,dan melalui teknik introspeksi (self observation) dapat diketahui bahwa elemen dasar dari kesadaran adalah sensasi dan feeling. Wundt lebih tertarik untuk mempelajari tentang pikiran secara aktif mengolah pengalaman melalui peranan Will Volunterisme. Eksperimen inilah yang menjadi awal dari ilmu psikologi yang baru. Psikologi tumbuh dari tradisi pemikiran mengenai pikiran dan tubuh. Pengaruh filsafat pada psikologi kontemporer bertahan hingga kini, para peneliti yang mengkaji emosi masih membicarakan tentang Descartes, dan para ilmuwan yang mengkaji kebahagiaan masih mengacu kembali pada Aristoteles. 

B. ALIRAN-ALIRAN PSIKOLOGI

Sejarah perkembangan psikologi berisi mengenai pendapat- pendapat para tokoh- tokoh sejarah ilmu jiwa yang menjelaskan mengenai kejiwaan. Seiring berkembangannya keilmuan tentang kejiwaan, maka bermunculan juga aliran aliran psikologi yang menyertai dan merupakan perkembangan ilmu jiwa ke arah modern. 

1.    Strukturalisme

Aliran struktualisme adalah suatu aliran yang berupaya mengidentifikasi berbagai struktur pikiran manusia. Penelitian utama yang dilakukan Wundt dan mahasiswanya memusatkan pada upaya untuk menemukan unsur-unsur dasar, atau "struktur" proses-proses mental. Metode yang digunakan dalam mengkaji struktur mental adalah introspeksi.

2. Fungsionalisme

Pendekatan James pada psikologi berkembang dari minat nya terhadap aliran filsafat yang disebut pragmatisme yang pada dasarnya berpandangan bahwa untuk mencari makna sebuah gagasan harus dievaluasi berdasarkan kegunaanya. Ketertarikan dalam hasil proses mental ini membawa James untuk menekankan pada sebab dan akibat peramalan dan kontrol, dan interaksi penting dari lingkungan dan perilaku, yang akhirnya pandangan ini disebut fungsionalisme. Fungsionalisme lebih memusatkan pada fungsi dan tujuan dari pikiran dan perilaku dalam adaptasi individu dengan lingkungan, dan lebih memusatkan pada hal yang terjadi dalam interaksi dengan dunia luar.

3. Behaviorisme

Aliran behaviorisme menekankan pada kajian ilmiah tentang berbagai respons perilaku yang dapat diamati dan sebagai penentu lingkungannya atau  dipusatkan pada interaksi manusia dengan lingkungannya yang dapat dilihat dan diukur. Behaviorisme dipimpin oleh J.B. Watson (1878-1958) dan B.F Skinner (1904-1990).  Skinner menekankan bahwa apa yang kita lakukan merupakan ujian terakhir atas diri kita sebenamya. Kepribadian bagi Skinner dipandang bukan dalam strukturnya tetapi pada tingkah laku manusia. Skinner menjelaskan perilaku manusia dengan tiga asumsi dasar, yaitu, tingkah laku itu mengikuti hukum tertentu, tingkah laku itu dapat diramalkan, dan tingkah laku itu dapat dikontrol. 

4.  Psikoanalisa

Aliran psikoanalisa adalah perkembangan dari psikodinamika, yaitu teori yang dikembangkan oleh Sigmund Freud. Psikodinamika berpendapat bahwa tingkah laku manusia sama dengan tingkah laku binatang. Sigmund mengembangkan psikodianamika menjadi psikoanalisa dalam teori kepribadian. Struktur kepribadian menurut Freud memiliki tiga tingkat kesadaran, yaitu sadar (conscious), prasadar (preconscious), dan tak sadar (unconscious). Namun, pada tahun 1923, Freud mengenalkan tiga unsur baru, yaitu Das Es (id). Das ich (ego), dan Das Uber Ich (super ego). Pertama, Das Es (id) merupakan tempat terpendamnya aktivitas-aktivitas yang terlupakan, sehingga muncul pada permukaan alam sadar secara tiba-tiba. Di dalam Das Es terdapat unsur kejiwaan yang dibawa sejak lahir, misalnya insting. Das Es juga sebagai wadah dari dorongan dan keinginan pada alam tak sadar yang menyebabkan seseorang kesulitan berinteraksi dengan orang lain. Kedua, Das ich (ego) merupakan inti dari alam sadar dan pelaksanaan dari segala dorongan dan keinginan yang dikehendaki oleh Das Es. Ketiga, Das Uber Ich (super ego). merupakan suatu kekuatan moral yang mengontrol Das Ich jika dipengaruhi oleh Das Es. Namun, satu sama lainnya dalam kondisi yang saling mempengaruhi dan dinamis.

5. Humanistik

Humanistik adalah aliran yang menekankan kualitas-kualitas positif manusia, kapasitas untuk pertumbuhan, dan kebebasan manusia untuk bertindak dan berkehendak sesuai yang dirinya inginkan. Tokoh aliran humanistik ini adalah Abraham Maslow dan Carl Rogers .Para psikolog humanistik menekankan bahwa manusia memiliki kemampuan untuk mengendalikan hidup mereka, menghindar di manipulasi oleh lingkungan, dan berteori bahwa daripada dikendalikan oleh dorongan-dorongan ketidaksadaran manusia dapat memilih hidupnya dengan nilai-nilai kemanusiaan yang lebih tinggi. Para psikolog humanistik juga berpendapat bahwa manusia memiliki potensi akan pemahaman diri sendiri dan cara untuk membantu orang lain mencapai pemahaman diri sendiri adalah dengan menjadi hangat dan mendukung. 

6. Gestalt

Aliran Gestalt menjelaskan persepsi melalui pengorganisasian, komponen - komponen sensasi yang memiliki pola, ataupun kemiripan yang memiliki kesatuan. Aliran gestalt menjelaskan bahwa persepsi merupakan suatu kebulatan atau suatu unity. Tokoh utama dari psikologi gestalt adalah Kurt Koffka, Max Wertheimer, dan Wolfgang Kohler. Mereka menyampaikan bahwa manusia itu mempersepsikan apa yang ada di lingkungannya sebagai suatu kesatuan yang utuh dan percaya bahwa seseorang menambahkan suatu pengalaman, dimana sesuatu itu tak ada dalam indra, sesuatu itu adalah tindakan menata data. Aliran Gestalt banyak menjelaskan bagaimana persepsi visual bisa terbentuk. Persepsi bisa terbentuk karena kedekatan posisi (proximaty), kesamaan bentuk (similarity), penutupan bentuk, kesinambungan pola (continuity), dan kesamaan arah gerak (common fate). 


Materi 9 Psikologi Umum 1 ini membahas tentang sejarah perkembangan awal psikologi modern. Setelah saya mempelajari materi ini saya menjadi mengetahui bagaimana awal mula berdirinya psikologi modern dengan bapak psikologi modern yaitu Wilhelm Wundt dan dari materi ini saya mengetahui bahwa banyak aliran-aliran yang terdapat dalam psikologi. Semoga ringkasan materi kali ini dapat meberikan manfaat dan menambah wawasan pembaca tentang sejarah psikologi modern.

Sekian ringkasan materi tentang sejarah perkembangan awal psikologi modern.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.



Author : Athaya Camelia Wida (2010322046)

 

Komentar