MATERI 10 PSIKOLOGI UMUM 1
FUNGSIONALISME
Aliran fungsionalisme merupakan aliran
psikologi yang pernah sangat dominan pada masanya, dan merupakan salah satu pendekatan yang penting dalam mempelajari psikologi. Pendekatan fungsionalisme
berlawanan dengan pendahulunya, yaitu strukturalisme. Aliran fungsionalisme
juga keluar dari pragmatism sebagai sebuah filsafat.
Fungsionalisme adalah sebuah studi tentang operasi mental, mempelajari fungsi-fungsi kesadaran dalam menjembatani antara kebutuhan manusia dan lingkungannya. Fungsionalisme menekankan pada totalitas dalam hubungan pikiran dan perilaku. Dengan demikian, hubungan antar manusia dengan lingkungannya merupakan bentuk perwujudan dari pikiran dan perilaku. Fungsionalisme lebih menekankan pada fungsi-fungsi dan bukan hanya fakta-fakta dari fenomena mental, atau berusaha menafsirkan fenomena mental dalam kaitan dengan peranan yang dimainkannya dalam kehidupan.
Fungsionalisme juga memandang bahwa psikologi tidak cukup hanya mempersoalkan apa dan mengapa terjadi sesuatu (strukturalisme) tetapi juga mengapa dan untuk apa (fungsi) suatu tingkah laku tersebut terjadi. Fungsionalisme lebih menekankan pada aksi dari gejala psikis dan jiwa seseorang yang diperlukan untuk melangsungkan kehidupan.
B. Sejarah Singkat Perkembangan Fungsionalisme
- Moral dan Mental Filsafat (1640-1776)
Pada periode ini psikologi memasukkan topik-topik seperti adab/etika, ketuhanan, dan filsafat. Jadi mempelajari psikologi sama dengan mempelajari teologi yang diterima saat itu. Namun, seiring berjalan waktu psikologi fokus kepada masalah kejiwaan.
- Filsafat Intelektual (1776-1886)
- Pada periode ini, psikologi menjadi disiplin ilmu tersendiri di amerika. Psikologi meninggalkan filsafat dan ilmu ketuhanan yang menyebabkan psikologi fokus tentang ilmu kejiwaan manusia, kesadaran, presepsi, perkembangan intelektual, psikologi sebagai cabang fisik dan cabang ilmu.
- Renaisance Amerika (1886-1896)
Di jurnal pertamanya American Journal of Psychology William James mempublikasikan prinsip-prinsip psikologi Yang menegaskan bahwa psikologi sebagai suatu ilmu yang berdiri sendiri, melakukan adaptasi, dan praktek.
- Fungsionalisme Amerika (1896-sekarang)
Selama tahap fungsionalisme AS, sains, perhatian pada kepraktisan, penekanan pada individu, dan teori evolusi digabungkan ke dalam aliran fungsionalisme. Banyak perdebatan tentang kapan fungsionalisme ditemukan, ada yang beranggapan dimulainya fungsionalisme pada tahun 1896, sementara yang lain beranggapan tahun 1890. namun jika berdasarkan tahun1890 maka itu mendahului sekolah strukturalisme dan berjalan sejajar dengannya.
C. Ciri-Ciri Fungsionalisme
-Aktivitas mental tidak dapat dipisahkan dari aktivitas fisik, maka stimulus dan respons adalah suatu kesatuan.
-Menekankan pada fungsi mental dibandingkan dengan elemen-elemen metal.
-Sangat memandang penting aspek terapan atau fungsi dari psikologi itu sendiri bagi berbagai bidang dan kelompok manusia.
-Fungsi-fungsi psikologis adalah adaptasi terhadap lingkungan sebagaimana adaptasi biologis Darwin. Kemampuan individu untuk berubah sesuai tuntutan dalam hubungannya dengan lingkungan adalah sesuatu yang terpenting.
D. Karakteristik Fungsionalisme
- Fungsionalisme ingin mengerti tentang fungsi pikiran daripada membuktikan suatu konten.
- Fungsionalisme menganggap psikologi sebagai ilmu praktik, tidak murni teori, dan diaplikasikan untuk menemukan perbaikan kehidupan, pendidikan, industry dan lainnya.
- Fungsionalisme tertarik pada ‘apa yang membuat organisme berbeda antara yang satu dengan yang lain yang terlihat sama’ dan tertarik pada alasan ‘mengapa proses mental dan tingkah laku terkait langsung dengan motivasi’.
- Fungsionalisme ingin memperluas psikologi dengan memasukkan penelitian tentang binatang, anak-anak, dan abnormal human dan Juga memperluas metodologi psikologi.
E. Sumbangan Fungsionalisme dalam Dunia Psikologi
- Mengembangkan ruang lingkup psikologi dari segi kelompok subyek maupun bidang kajian. Hal ini dimungkinkan karena aliran fungsionalisme lebih terbuka kepada perbedaan individual dan bidang aplikasi daripada strukturalisme.
- Memperkenalkan pentingnya perilaku nyata sebagai representasi dari aktivitas mental. Pandangan ini mempersiapkan jalan bagi berkembangnya aliran baru, behaviorisme yang berpegang pada perilaku nyata sebagai satu-satunya obyek psikologi.
- Memperkenalkan konsep penyesuaian diri sebagai obyek psikologi. Konsep adaptasi ini menjadi konsep yang sangat penting.
F. Kritik terhadap
Fungsionalisme
- Kritik utama dari aliran strukturalisme adalah lebih pentingnya isi/elemen mental daripada prosesnya.
- Kurang adanya fokus yang jelas dan terarah dalam aliran fungsionalisme.
- Bersifat teleological artinya sesuatu ditentukan oleh tujuannya..
- Terlalu eklektik, mencampurkan berbagai ide dan konsep dari beragam sumber sehingga terkesan kompromistis dan kehilangan bentuk asli.
1. William James (1842-1910)
James termasuk pendukung aliran evolusionalisme dan bersamaan John Dewey mendirikan aliran fungsionalisme. Salah satu ciri jalan pikirannya adalah berusaha sedekat mungkin dengan kenyataan. Pendekatan James pada psikologi berkembang dari minatnya terhadap aliran filsafat yang disebut pragmatisme yang pada dasarnya berpandangan bahwa untuk mencari makna sebuah gagasan harus dievaluasi berdasarkan kegunaannya.Ketertarikan dalam hasil proses mental ini membawa James untuk menekankan pada sebab dan akibat, peramalan dan kontrol, dan interaksi dari lingkungan dan perilaku.
Salah satu teori yang dikemukakan olehnya adalah Teori emosi dimana teori ini merupakan hasil pemikirannya Bersama carl lange, inti dari teori ini adalah:
- Menjelaskan tentang hubungan antara perubahan fisiologis dengan emosi
- Emosi adalah hasil dari persepsi seseorang tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuh terhadap rangsang dari luar
- Emosi identik dengan perubahan-perubahan peredaran darah
- Membantah pernyataan bahwa emosilah yang menyebabkan perubahan pada tubuh.
2. John Dewey (1859-1952)
Sebagai seorang ahli filsafat, pandangan-pandangan psikologi Dewey banyak dipengaruhi ahli filsafat. la merupakan orang pertama yang menulis buku karangan ash mengenai psikologi dalam bahasa Inggris. Pandangan filsafatnya adalah "manusia yang berpikir tentang perubahan". la menentang pendapat bahwa manusia sebaiknya pasif dan membiarkan segala sesuatu di sekitarnya sebagai mana adanya. Dewey menulis buku berjudul “Psychology” pada tahun 1886 berisi tentang bagaimana ia mengenal cara orang amerika belajar psikologi yaitu melalui pragmatisme. Dewey berpendapat bahwa segala pemikirna dan perbuatan harus mempunyai tujuan, oleh karena alasan itu, ia menentang elementarisme.
Dewey memiliki 3 pandangan fungsionalisme yaitu:
- Fungsionalisme adalah psiko-phisik, yaitu psikologi tentang keseluruhan organisme yang terdiri atas badan dan jiwa.
- Fungsionalisme adalah psikologi tentang aktivitas bekerjanya jiwa sebagai lawa dari psikologi tentang elementarisme.
- Fungsionalisme adalah psikologi tentang kegunaan dasar-dsar kesadran yang disebut teori emergensi dari kesadaran.
Keen Cattel mempunyai pandangan mengenai aliran fungsionalisme yaitu :
- Semua cabang psikologi modern adalah perkembangan dari fungsionalisme.
- Fungsionalisme tidak perlu deskriptif dalam mempelajari tingkah laku, melainkan mempelajri tentang hubungan antar tingkah laku.
- Fungsionalisme tidak menganut paham dualisme karena menganggap bahwa manusia merupakan satu kesatuan.
Komentar
Posting Komentar