MATERI 12 PSIKOLOGI UMUM 1
PSIKOANALISA
Psikodinamika adalah pendekatan yang menekankan
pada ketidaksadaran, konflik naluri biologis dan tuntutan masyarakat, dan
pengalaman keluarga saat kecil. Pendekatan ini berpendapat bahwa naluri
biologis yang tidak dipelajari terutama seksual dan dorongan agresif
mempengaruhi cara manusia berpikir dan berperilaku. Naluri-naluri ini terdapat di dalam alam
bawah sadar yang bertentangan dengan tuntutan masyarakat. Aliran psikoanalisa
adalah perkembangan dari psikodinamika, yaitu teori yang dikembangkan oleh
Sigmund Freud. Sigmund Freud memandang bahwa
perkembangan psikoanalisa adalah naluriah teori bahwa hubungan ini dengan
orangtua merupakan aspek utama yang membentuk kepribadian seseorang. Psikoanalisa
menjadi kontroversi ketika Freud memperkenalkannya di Vienna pada awal abad
ke-21. Tidak seperti pendekatan behavioristik, pendekatan psikoanalisa berfokus
pada penerapan klinis daripada penerapan eksperimen. Meskipun psikoanalisa
menjadi kontroversial dan sulit divalidasi, tetapi psikoanalisa merupakan
bagian penting dalam psikologi. Saat ini psikoanalisa kurang menekankan pada
naluri seksual dan lebih kepada pengalaman budaya sebagai penentu perilaku.
B. Metode Psikoanalisa
1. Josef Breuer (1880)
Josef Breuer adalah seorang dokter terkemuka
yang membuat penemuan dalam neurofisiologi. Pada tahun 1880-an, saat para ahli
lainnya berfokus pada neurologis dan melakukan penyembuhan dengan obat-obatan, Breuer
dikenal karena mengembangkan penyembuhan berbicara yaitu, metode katarsis
dan hipnotis dan meletakkan dasar untuk psikoanalisis seperti yang dikembangkan
oleh anak didiknya Sigmund Freud. Metode kartasis adalah metode terapi dimana
klien diminta untuk mengingat kembali dan melepaskan emosi yang tidak
menyenangkan, mengalami kembali ketegangan dan ketidakbahagiaannya dengan
tujuan untuk melepaskan dari penderitaan emosional atau gangguan mental. Breuer
melakukan metode kartasis pada seorang kliennya yang dijuluki Anna O yang
mengalami serangan histeria dengan gejela seperti kelumpuhan pada tangan dan
kaki, gangguan penglihatan dan ucapan, dan gangguan ingatan.
Anna O diduga megalami histeria karena mengalami tekanan
dalam dirinya karena ayahnya yang sakit keras membuat Anna O banyak
menghabiskan waktu untuk mengurus ayahnya sampai ketika ayahnya meninggal. Anna
O tidak melepaskan atau melampiaskan tekanan yang dialaminya itu dan lebih
memilih untuk diam menanggung tekanan dalam dirinya sehingga Anna O mengalami
masalah kejiwaan. Dalam melakukan metode kartasis, Anna O diminta mengingat dan menceritakan
segala tekanan dan emosi yang dialaminya secara bebas, dan metode kartasis ini
tidak dapat dilakukan hanya dalam beberapa hari tetapi dalam jangka waktu cukup
lama, dan selama melakukan terapi tersebut tenyata Anna O secara tidak sadar melakukan
proyeksi perasaan dan peran kepada Breuer dan menganggap Breuer sebagai
ayahnya, hal tersebut dinamakan transference.
Kesalahan setelah melakukan metode kartasis :
a.Transference
Transference adalalah suatu perasaan dan harapan yang secara tidak sadar dan spontan dirasakan klien kepada konselornya.
b.Courtertransference
Courtertransference adalah suatu perasaan dan harapan yang secara tidak sadar dan spontan dirasakan konselor kepada kliennya setelah mendengarkan cerita mengenai tekanan dan emosi yang dialami kliennya.
2. Jean Martin Charcot (1885-1889)
Jean Martin Charcot lahir di Prancis pada tahun 1825 adalah seorang neurolog yang tertarik pada fenomena histeria. Menurut Charcot histeria dapat dialami oleh pria dan wanita, dan berasumsi histeria terjadi bukan karena neurologis tetapi dipicu oleh ide-ide disosiatif. Charcot mengembangakan hipnosis yang merupakan metode terapi yang diberikan konselor dengam memberikan sugesti kepada klien untuk mengalami pengalaman peran imajinatif dan memberikan respon terhadap pengalam peran imajinatifnya tersebut.
Pada tahun 1889, Charcot menghubungkan hipnosis dengan histeria. Charcot sangat tertarik dengan hasil hipnosis yang dia lakukan, dan menyimpulkan bahwa hipnosis merupakan bentuk lain dari histeria, yaitu sebuah tingkah laku yang abnormal. Charcot pun meningkatkan kemampuan hipnosisnya, ide yang terdapat dalam hipnosis dapat mempengaruhi perilaku seseorang tanpa disadarinya.
3. Sigmund Freud (1892-1898)
Sigmund Freud lahir pada tahun 1856 adalah pelopor dari psikoanalisa, ia adalah murid dari Breuer. Sigmund Freud mencoba memahami metode kartasis Breuer dan hipnosis Charcot. Freud menganggap bahwa kartasis dan hipnosis kurang efektif. Dan Freud pun mengembangkan metode asosiatif bebas. Metode asosiatif bebas adalah metode terapis dimana konselor mendekatkan diri dengan klien, konselor tidak perlu menyentuh pasien tetapi meberikan arahan kepada klien untuk berbicara bebas tentang apapun yang muncul dalam pikiran klien dalam kondisi klien yang sadar dan menanganinya dengan cara rasional. Secara perlahan konselor akan menuntun klien untuk mengingat masalah dan mengungkapkan pengalaman traumatis yang dialaminya yang terpendam di bawah alam sadarnya.
Selain metode asosiatif bebas, Freud juga mengembangkan metode analisis mimpi. Freud mengembangkan analisis mimpi sebagai analisis Freud terhadap dirinya sendiri setelah ayahnya meninggal yang membuat dirinya depresi. Saat ayahnya masih hidup dahulu ia merasa ayahnya tidak menyayanginya dan hanya ibunya yang menyayanginya, maka dari itu Freud berkeinginan memiliki ibunya dan merasa cemburu setiap kali sang ibu memberikan perhatian kepada ayahnya. Hal yang dilakukan oleh Freud tersebut dinamakan Oedipus Complex.
- Teori Struktur Kepribadian Freud
Freud mengatakan kepribadian manusia terdiri atas 3 elemen
yang bekerja untuk menciptakan perilaku
manusia. Berikut 3 elemen kepribadian itu Id, Ego, dan Superego :
Id adalah sistem kepribadian yang asli yang hadir sejak lahir. Saat dilahirkan, id berisi semua aspek psikologi yang diturunkan, seperti insting, impuls, dan lainnya. Dari id akan muncul ego dan superego. Id berada dan bekerja dalam daerah tak sadar dan id didorong oleh prinsip kesenangan untuk kepuasan segera dari semua keinginan dan kebutuhan.
b. Ego
Ego adalah usaha memperoleh kepuasan yang dituntut id dengan
mencegah terjadinya tegangan baru atau menunda kenikmatan sampai ditemukan
objek yang nyata yang dapat memuaskan kebutuhan. Ego berkembang dari id dan
bekerja utama tingkat kesadaran dan sebagian di tingkat prasadar sehingga
mengikuti prinsip realita.
c. Superego
Superego adalah kekuatan moral dan etika dari kepribadian, yang bekerja di tingkat prasadar dengan prinsip idealistik sebagai lawan dari prinsip kepuasan id dan prinsip realistik dari ego. Superego berkembang dari ego, berjuang untuk kesempurnaan, dan gabungan dari orangtua menjadi dasar dari hati nurani seseorang.
- Kecemasan dan Mekanisme Pertahanan Diri
Kecemasan adalah keadaan terancam atau tidak menyenangkan bagi seseorang yang menekannya sehingga memaksa orang tersebut untuk melakukan sesuatu. Untuk mengurangi kecemasannya seseorang menggunakan mekanisme pertahanan diri. Mekanisme pertahanan ego adalah suatu cara yang digunakan individu untuk mencegah munculnya dorongan-dorongan id maupun untuk menghadapi tekanan superego atas ego, dengan tujuan agar kecemasan dapat dikurangi atau diatasi . Menurut Freud ada enam mekanisme pertahan diri yang biasa digunakan oleh individu, yaitu :
- Repression
Represi adalah mekanisme bawah sadar yang digunakan
ego untuk menekan atau mengancam segala sesuatu
yang dapat membuat kecemasan keluar dari kesadaran.
- Denial
Denial adalah mekanisme menolak
adanya pengalaman yang tidak menyenangkan atau menolak kenyataan yang seseorang tersebut sadari untuk
melindungi dirinya sendiri.
Contoh : perokok tidak mengakui bahwa rokok tidak baik bagi kesehatan mereka.
- Projection
Projection adalah mekanisme yang mencerminkan
kecemasan atau rasa bersalah di dalam dirinya kepada orang lain untuk
mendapatkan kenyamanan.
Contoh : Ketika seseorang membenci temannya, tapi superego memberi tahu bahwa hal tersebut tidak dapat diterima orang lain, oleh karena itu seseorang tersebut percaya bahwa orang lain membenci dirinya.
- Displacement
Displacement adalah mekanisme untuk melampiaskan kecemasan diri terhadap objek yang dirasa tidak mengancam.
Contoh : Seseorang yang sedang frustasi karena masalah di kantornya dan dalam perjalanan pulang melihat seekor anjing dan menendang anjing tersebut sebagai pelampiaskan kecemasannya tersebut.
- Regression
Regression adalah mekanisme saat seseorang merasa stress atau frustasi akan mengalami proses kembali pada tahap perkembangan sebelumnya yang membuat seseorang tersebut nyaman.
Contoh : anak kecil dapat tiba-tiba mengulum ibu jarinya seperti saat dia bayi ketika dia merasa cemas akan pergi ke rumah sakit.
- Sublimation
Sublimation adalah mekanisme untuk melampiaskan kecemasan dengan melakukan hal-hal yang dapat diterima masyarakat.
Contoh : Saat seseorang merasa cemas tentang suatu hal maka ia akan melampiaskannya dengan membersihkan rumah.
- Tahapan Psikoseksual
Menurut Freud terbentuknya kepribadian seseorang sebagian terjadi pada lima tahun pertama dan akan berpengaruh besar terhadap perkembangan selanjutnya. Freud membagi perkembangan psikoseksual menjadi 5 tahapan, yaitu :
Tahapan saat bayi menemukan kepuasan
dengan menghisap, mengemut, atau memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya.
Contoh : Menghisap ibu jari, mengemut
mainan, dan mengemut makanan.
Tahap ini anak menemukan kepuasaan saat
pipis dan buang air dan mulai belajar mengendaikannya.
Contoh : Orang tua mulai mengajari anaknya
cara menggunakan toilet dan membersihkan buang airnya tersebut.
3. Tahap Falis (3-5 tahun)
Tahapan ini saat anak menemukan kepuasaan saat
memegang alat kelaminnya dan mulai menyadari jenis kelaminnya.
Contoh : Oedipus Complex yaitu ketika anak laki-laki akan menganggap ayahnya
sebagai musuhnya dalam berebut kasih sayang ibunya, dan anak perempuan
menganggap ibu sebagai musuhnya dalam berebut kasih sayang ayahnya.
4. Tahap Laten (5-12 tahun)
Pada tahapan ini seks anak dapat terhambat atau
tertekan karena anak mulai penasaran dan ingin mengetahui segala sesuatu dan
memiliki banyaknya kegiatan.
Contoh : Anak memiliki banyak kegiatan seperti
bersekolah, bermain dengan teman sebayanya, dan mengerjakan tugas sekolah.
5. Tahap Genital (12 tahun)
Tahapan ini adalah tahapan akhir dari psikoseksual dimana seseorang akan
mengalami perubahan yang
besar pada dirinya dan mulai
tertarik kepada lawan jenis.
Contoh : mulai menyukai sesuatu seperti menyukai pelajaran dan menyukai lawan jenisnya.
- Kontribusi Teori Freud
- Expansion of psychology's domain (motivasi di alam bawah
sadar, pengalaman kanak-kanak, dan kecemasan)
- Pemahaman tentang perilaku normal
- Generalisasi psikologi ke bidang lain.
- Kritik terhadap Teori Freu
- Metode pengumpulan da
- Dogmatism
- Terlalu mementingkan seks
- Panjang, biaya, dan efektivitas terbatas psikoanalisa
- Lack of falsifiability
Komentar
Posting Komentar